Sahabat Yang Sedang On Line

BERITA RADIOGRAFI


Pisau yang tertancap di kepala korban


BEIJING - Seorang remaja 16 tahun secara ajaib masih mampu menyelamatkan diri usai kepala tertusuk pisau. Insiden tersebut terjadi di Provinsi Jilin, China, usai keributan terjadi di sebuah warung internet setempet. Insiden penusukan tersebut terjadi saat korban bermain permainan online bersama teman-temannya di sebuah warung internet di kota Mishazi, Provinsi Jilin. Tiba-tiba seorang teman dari korban, menikam dirinya dengan sebuah pisau. Demikian diberitakan The Sun, Rabu (24/3/2010).
Korban bernama Xiao Wei, menderita setelah pisau tersebut menancap dari pelipis kanannya hingga hampir melewati pelipis kanannya. Pemandangan mengerikan nampak jelas terlihat, karena tepat di depan kepala Xiao hanya terlihat gagang pisau tersebut. Gambaran mengerikan bahkan terlihat jelas lewat sinar rontgen di kepala korban.

Ajaibnya, meski di kepalanya terdapat pisau yang menancap korban tetap mampu berjalan menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Xiao bahkan masih bisa berjalan menuju lantai dua Rumah Sakit Universitas Jilin, dengan dibantu temannya.

Pihak rumah sakit bahkan takjub dengan kekuatan dari Xiao. Deputi Direktur departemen bedah saraf rumah sakit Universitas Jilin Profesor Yan Shijun menyatakan, "Meski wajahnya tertutup darah, dia masih sadar dan kuat berjalan."

ULTRASONOGRAFI (USG)

Menanti kehadiran buah hati yang masih dalam kandungan dapat membuat perasaan bercampur aduk. Mulai dari senang, antusias, deg-degan, hingga cemas. Perasaan yang terakhir ini, dapat membuat para ibu ketakutan tentang keselamatan si jabang bayi. Salah satu cara agar bisa memantaunya adalah lewat USG. Yaitu, ultrasonografi sebagai metode diagnostik untuk mendeteksi perkembangan janin.

Dokter kandungan menyarankan pemeriksaan setidaknya sebulan sekali pada awal-awal masa kehamilan. Tapi, apakah ini harus setiap bulan dilakukan? Jika terlalu sering dilakukan, apakah dapat berpengaruh pada perkembangan janin?.

Menurut Elizabeth McGee, M.D., asisten Profesor dari spesialis kandungan dan kebidanan dari Universitas Pittsburgh, pemeriksaan USG tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap perkembangan janin itu sendiri.
Berbeda dari pemeriksaan radiologi yang menggunakan sinar rontgen, pemeriksaan USG mengunakan gelombang suara ultra yang tidak menimbulkan efek samping. Memang, beberapa dokter spesialis kebidanan dewasa ini cenderung melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal) rutin dengan cara ini karena cara ini dinilai lebih efektif dan efisien.

Pada pemeriksaan kehamilan, USG sebaiknya dilakukan pertama kali di awal kehamilan untuk melihat ada atau tidaknya tanda kehidupan, kehamilan kembar, dan menyingkirkan adanya kehamilan di luar rahim.

Pemeriksaan kedua pada kehamilan 12-18 minggu, untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan/cacat bawaan. Pada kehamilan 36 minggu, pemeriksaan dengan USG dilakukan lagi untuk menilai perkembangan janin, kemungkinan kelainan letak, dan lain-lain.

Pemeriksaan USG perlu dilakukan lebih dari yang disebutkan, terutama pada kasus dengan risiko penyakit tertentu, misalnya penderita diabetes melitus, riwayat perdarahan, kehamilan kembar, dan lain-lain.

Jadi, pemeriksaan USG tidak perlu dilakukan setiap bulan. Dokter tentu akan memberikan informasi mengenai janin setiap kali Anda berkonsultasi. Namun, bila Anda ingin melihat perkembangan janin lebih akurat, metode ini dapat dilakukan.

Yang perlu diketahui, sebagai pasien, Anda berhak untuk mendapatkan penjelasan tentang tujuan pemeriksaan ini. Apa keuntungan dan mungkin kerugiannya, serta mengetahui apa perbedaannya dari pemeriksaan fisik langsung dengan sentuhan tangan dokter, yang pada beberapa pasien mungkin dirasa lebih meyakinkan. Di samping itu, pemeriksaan tanpa alat bantu tentunya tidak memerlukan tambahan biaya pemeriksaan.

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Telah Mematenkan Alat Radiografi Digital Murah Pada 19 Oktober 2009.

Hasil karya tim riset Fisika Citra Jurusan Fisika FMIPA UGM dihasilkan setelah 16 tahun penelitian perangkat kendali sistem radiografi digital,
Tim telah menyerahkan penemuan patennya kepada UGM untuk dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Temuan ini memberi inspirasi bagi masyarakat untuk menggunakannya. Secara komersial dilindungi hukum di wilayah RI, berlaku eksklusif selama 20 tahun,” kata Dr. Gede Bayu Suparta, koordinator tim riset, seperti dimuat laman Universitas Gadjah Mada.

Penemuan ini, kata Bayu, diharap bisa mengatasi keterbatasan alat kardiografi di puskesmas dan rumah sakit seluruh Indonesia.

“Selama ini, harga alat kardiografi digital mahal sekali, tidak semua ada di rumah sakit. Padahal, temuan kardiografi sudah satu abad lalu. Teknologi x-tray sudah sangat tua, seharusnya lebih murah, tapi kenyataannya masih dipakai juga,” imbuh Bayu.

Bayu menyebutkan untuk harga alat kardiografi digital yang ada di pasaran internasional mencapai 4 miliar rupiah. Dengan alat temuannya ini, dengan kualitas yang sama, harganya hanya 0,5 miliar rupiah. “Bisa menjadi teknologi baru super murah. Bisa menghemat listrik, dosis radiasi rendah, lebih aman. Cukup sekali tingkat pemotretan bisa hasilkan 20 citra,” jelasnya.

Dengan kardiografi digital ini, penggunaan radiografi film dapat ditinggalkan sehingga biaya operasional di rumah sakit bisa ditekan. Lebih dari itu, peralatan radiodiagnostik bahkan dapat dijual dengan murah kepada rumah sakit.

Hal itu secara bisnis sangat atraktif karena menurunkan biaya layanan diagnostik kesehatan. Dengan demikian, menurut Bayu, pemerintah bisa membuat standar keuangan untuk biaya radiografi yang lebih terukur dan berpihak pada rakyat kecil. “Dengan alat ini tidak ada menggunakan film. Biaya operasional lebih rendah, menggunakan bahan lokal 75 persen,” katanya.

Dijelaskan Bayu bahwa khusus untuk wilayah Indonesia, sistem kardiografi digital yang didukung sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini dapat dioperasikan hingga ke pelosok wilayah, sepanjang wilayah tersebut memiliki jaringan listrik dan TIK.

Melalui mekanisme teleradiologi dan kreativitas layanan, layanan radiologi dapat dibuat sangat efektif dan efisien. Dengan begitu, pasien yang ada di pelosok daerah tidak perlu pergi ke kota untuk keperluan diagnosis medis.

Risiko di Balik Pemeriksaan CT Scan

Radiasi yang dari pemeriksaan CT scan ternyata lebih besar dari yang diperkirakan, dan bisa menimbulkan kematian. Hal tersebut menurut penelitian yang dipublikasi dalam Archives of Internal Medicine. Hasil penelitian menunjukkan radiasi dari CT scan pada 2007 menjadi pemicu 29.000 penyakit kanker dan menimbulkan kematian 15.000 warga Amerika Serikat.

"Yang kita pelajari adalah efek radiasi dari CT scan lebih dari yang diperkirakan dan memicu timbulnya banyak penyakit kanker," kata Dr. Rita Redberg, editor dari Archives of Internal Medicine, seperti VIVAnews kutip dari MSNBC.

CT scan banyak dilakukan oleh dokter untuk bisa melihat kondisi organ tubuh bagian dalam. Biasanya Ct scan dilakukan untuk mengurangi atau menghindari tindakan operasi. Tetapi, CT scan ternyata memaparkan radiasi yang lebih banyak dibandingkan peralatan sinar X yang konvensional.

Tim peneliti menganjurkan para tim medis untuk meminimalisasi pemeriksaan pasien menggunakan CT scan. Cara lainnya adalah dengan membatasi dosis pemeriksaan CT Scan dan membuat standarisasi. Hal itu untuk menghindari dampak buruk dari CT scan karena fungsi utamanya adalah membuat pemeriksaan yang detil demi kesehatan pasien.

CT scan (Computed Tomography scan) adalah perpaduan teknologi sinar X dan komputer untuk menghasilkan gambar organ tubuh bagian dalam secara melintang. Dalam pemeriksaan ini pasien berbaring pada alas untuk kemudian dimasukkan dalam tablet besar yang bentuknya seperti donat. Lalu, diberikan radiasi dengan dosis tertentu dari segala arah. Proses tersebut hanya memakan waktu beberapa menit saja dan hasilnya sangat detail.


sumber:
http://us.wap.vivanews.com/news/read/114391-risiko_di_balik_pemeriksaan_ct_scan

SERI RADIOGRAFI "MERUBAH KEBIASAAN (PART 1)"


Pernahkan teman-teman diminta untuk melakkan pemeriksaan Rontgen Os Pedis?, saya sangat yakin teman-teman akan menjawab pasti pernah malah bahkan sering, hampir setiap hari mengerjakannya. Pernahkan teman-teman cermati ketika seorang dokter meminta dilakukan foto pedis, pada form permintaan selalu ditulis “misal: mohon dilakukan foto Pedis dextra AP/Lat”, atau foto Pedis dextra tampak Ankle, dan permintaan foto itu dilakukan berulang-ulang untuk setiap kasus.

Biasanya kebanyakan Radiographer akan membuat foto tersebut dengan posisi AP/Oblique, namun tetap saja pada identitas di film dan pada amplop tempat menaruh film tersebut tertulis foto Pedis dex AP/Lat, walaupun sebenarnya dia telah mengerjakan dengan posisi Oblique. Begitu juga dengan Pemeriksaan Manus, hampir setiap pemeriksaan selalu dibuat foto PA/Oblique, tetapi mengapa ditulis pada amplop foto dan identitas di film dengan AP/Lat.

Lain halnya dengan pemeriksaan Antebrachi, jika di form permintaan rontgennya adalah proyeksi AP/Lat, maka kebanyakan radiographer akan mengerjakan dengan posisi PA/Lat, lalu ditulis pada amplopnya AP/Lat.

Sebenarnya ini merupakan sesuatu fenomena yang sering dianggap sepele oleh kebanyakan dari kita semua, namun tahukan teman-teman bahwa kita sesungguhnya telah memberikan informasi yang salah dan itu telah menjadi kebiasaan kita hampir setiap hari tanpa kita sadari, sungguh suatu kebiasaan yag harus segera kita rubah sejak sekarang.

Mengapa dibuat foto rontgen dengan berbagai proyeksi seperti Antero Posterior (AP), Postero Anterior (PA), Oblique, Lateral dan lain sebagainya tentu semua ada maksud dan tujuannya, untuk itu akan kita bahas pada posting berikutnya..:).

Perkembangan Permasalahan Kesehatan Akibat Gempa Bumi di Kab.Kerinci, Jambi.

Pada tanggal 1 Oktober 2009 pukul 08.52 WIB terjadi gempa bumi dengan kekuatan 7,0 SR pada kedalaman 10 Km yang berlokasi di 2,33 LS – 101,59 BT (46 Km Tenggara Sungai Penuh Jambi). Gempa terutama dirasakan di 13 desa dalam 5 kecamatan di Kab. Kerinci yaitu Kecamatan Gunung Raya, Batang Merangin, Keliling Danau, Danau Kerinci dan Tiulak. Gempa bumi tersebut juga dirasakan di Kabupaten Merangin (Desa Renah Kemumu, Tanjung Kasri, Lubuk Mentilin, Rantau Kermas dan Renah Alai, Kecamatan Jangkat) dan Kota Sungai Penuh.

Sampai Rabu (7/10) pukul 17.00 WIB berdasarkan informasi yang dikumpulkan PPK Depkes, korban meninggal dunia sebanyak 3 orang di Kabupaten Kerinci, korban luka berat sebanyak 12 orang (fraktur 8 orang, luka bakar 1 orang dan trauma 3 orang) di kabupaten Kerinci. Semuanya mendapat perawatan di RS. Mayjend. H.A Thalib. Korban luka ringan sebanyak 58 orang di Kabupaten Kerinci dan 1 orang di Kabupaten Merangin. Pengungsi berjumlah 15.798 jiwa dengan terdiri dari bayi 952 jiwa, balita 4.217 jiwa, ibu hamil 1.047, ibu menyusui 194, usia lanjut 3.242 jiwa di Kabupaten Kerinci.

Jumlah pasien rawat jalan 2.582 jiwa (hipertensi 1.066 jiwa, trauma 768 jiwa, dan lain-lain 748 jiwa) di Kabupaten Kerinci. Sarana kesehatan yang rusak antara lain:
  1. Di Kabupaten Kerinci : 3 unit Puskesmas rusak ringan (Puskesmas sungai Tutung, Lolo dan Semerap), 2 unit Pustu rusak berat (Pustu Batang Merangin dan Pustu Muaro Imat), 2 unit Pustu rusak ringan (Pustu Pondok dan Lili Kecil), 1 unit rumah dokter rusak berat (Puskesmas Lolo), 1 unit rumah dokter rusak ringan (Puskesmas Semurup), 1 unit rumah para medis rusak berat (Puskesmas Lolo) dan beberapa bangsal di RS Mayjen H.A Thalib rusak berat. Toyal kerugian sebesar Rp.1.675.000.000,00.
  2. Di Kabupaten Merangin : 2 unit Pustu rusak berat.
  3. Di Kota Sungai Penuh : 2 unit Puskesmas rusak ringan (Puskesmas Sungai Penuh dan Desa Gedang), dan 2 unit Pustu rusak ringan (Pustu Sungai Penuh dan Talang Lindung).

Upaya yang dilakukan antara lain: evakuasi korban, melakukan pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit, melakukan pemantauan di lokasi bencana, memobilisasi tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan yang berasal dari luar Kabupaten Kerinci.
Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin mengirimkan bantuan tenaga kesehatan ke lokasi bencana, dengan rincian 4 orang dokter umum, 6 orang perawat, 2 orang bidan, 2 orang sanitarian, 2 tenaga promosi kesehatan dan 4 orang supir.

Departemen Kesehatan telah mengirimkan bantuan berupa MP-ASI sebanyak 5 ton ke Dinkes Kabupaten kerinci dan 1 ton ke Dinkes Provinsi Jambi, dan obat sebanyak 2 ton ke Dinkes Provinsi Jambi.

Saat ini permasalahan kesehatan masih dapat diatasi oleh jajaran kesehatan setempat. Pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Dinas Kesehatan dan Sosial Kota Sungai Penuh, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes.

Sumber: Depkes

Gempa Sumatra

Saya pribadi menyatakan ikut prihatin dan berbelasungkawa atas musibah yang melanda Sumatra Barat Dan Jambi, yang mana tlah menelan banyak korban jiwa serta kerusakan teramat parah. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan ketabahan atas ujian ini bagi seluruh masyarakat minang dan jambi khususnya, serta masyarakat Indonesia pada umumnya, amien. berikut beberapa foto yang saya ambil dari berbagai sumber seperti TV one.

Salah satu gedung perkantoran yang ada di kota Padang

Hampir semua rumah dan pertokoan Hancur seperti gambar di atas ini

Proses Evakuasi oleh masyarakat dengan menggunakan alat seadanya

Salah satu RS Lapangan yang didirikan

Kunjungan Bapak Presiden RI guna memberikan dukungan langsung kepada korban gempa.

Salah satu korban selamat setelah hampir dua hari terkubur di reruntuhan bebatuan, sungguh suatu mukzizat yang diberikan oleh Allah SWT.